Ketahuan Pacar Saat Mesum Dengan Tante dan Ibunya

Kamis, September 14th, 2017 - Cerita Mesum
ITIL Performance Management

Cerita Sex – setelah sebelumnya ada kisah Birahi Mbok Narti Sang Pedagang Sayur di Pasar, kini ada Ketahuan Pacar Saat Mesum Dengan Tante dan Ibunya. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot.

Ketahuan Pacar Saat Mesum Dengan Tante dan Ibunya

Ketahuan Pacar Saat Mesum Dengan Tante dan Ibunya

Setelah lulus SMA aku melanjutkan studi di Bandung. Kebetulan aku diterima di sebuah PTN yang terkenal di Bandung. Mengenai hubunganku dengan tante ummi di kota asalku sudah berakhir sejak kepindahan keluarga Oom Ummi ke Medan, dua bulan menjelang aku ujian akhir SMA. Namun kami masih selalu kontak lewat surat atau telepon.

Perpisahan yang sungguh berat, terutama bagiku. mungkin bagi tante Ummi, hal itu sudah biasa karena hubungan sex buat dia hanya merupakan suatu kebutuhan biologis semata, tanpa melibatkan perasaan. Namun lain halnya denganku, aku sempat merasa kesepian dan rindu yang amat sangat terhadapnya, karena sejak pertama kali aku tidur dengannya, hatiku sudah terpaut dan mencintainya. Sejak aku mengenal tante Ummi, aku mulai mengenal beberapa wanita teman tante Ummi, mereka semuanya sudah berkeluarga dan usianya lebih tua dariku.

Wanita lain yang sering kutiduri adalah tante Hera dan tante Amel seorang janda cina yang cantik. Jadi semenjak kepindahan tante Ummi ke Medan, merekalah yang menjadi teman kencanku. Karena tante Hera dan tante Amel sudah berstatus janda, maka tak ada kesulitan bagi kami untuk mengatur kencan kami.

Hampir setiap hari aku menginap di rumah tante Hera, dengan tante Hera boleh dikata setiap hari aku melakukan hubungan intim tidak mengenal waktu dan tempat. Pagi, siang sore atau malam, di kamar, di ruang tamu, di dapur bahkan pernah di teras belakang rumahnya. Teradang kami main bertiga, yakni aku, tante Hera dan tante Amel. Di rumah tante Hera benar-benar diperas tenagaku. Sesekali waktu aku harus melayani temen tante Hera yang datang ke sana untuk menghisap tenaga mudaku. Aku sudah nggak peduli lagi rupanya aku dijadikan gigolo oleh tante Hera. Pokoknya asal aku suka mereka, maka langsung kulayani mereka.

Suatu saat aku bertemu dengan seorang gadis. Cantik dan sexy banget bodynya. Diana namanya temen adik perempuanku. Dengan keahlianku, maka kurayu dan kupacari Diana. Suatu hari aku berhasil mengajaknya jalan-jalan ke suatu tempat rekreasi. Di suatu motel akhirnya aku berhasil menidurinya, Aku agak kecewa, rupanya Diana sudah nggak perawan lagi. Namun perasaan itu aku pendam saja. Kami tetap melanjutkan hubungan dan setiap kali bertemu maka kami selalu melakukan hubungan badan.

Rupanya Diana benar-benar ketagihan denganku. Tak malu-malu dia mencariku dan bila bertemu langsung memintaku untuk menggaulinya. Tapi aneh, Diana tak pernah mengajakku bahkan melarang aku datang ke rumahnya. Kami biasa melakukan di motel atau hotel melati di kotaku, beberapa kali aku mengajak Diana ke rumah tante Hera. Kuperkenalkan tante Hera sebagai familiku dan tentunya aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bercumbu dengannya di kamar yang sering aku dan tante Hera gunakan bercumbu.

Suatu hari, entah kenapa tiba-tiba Diana memintaku untuk main ke rumahnya, katanya dia berulang tahun. Dengan membawa seikat bunga dan sebuah kado aku ke rumahnya. Aku pencet bel pintu dan Diana yang membukakan pintu depan. Aku dipersilahkan duduk di ruang tamu. Segera Diana bergegas masuk dan memanggil mamanya untuk diperkenalkan padaku. Aku terkejut dan tergugu melihat mamanya, sebab perempuan itu.. ya.. mamanya Diana sudah beberapa kali tidur denganku di rumah tante Hera. Mama Diana nampak pias wajahnya namun segera mama Diana bisa cepat mengatasi keadaan. Mama Diana berlagak seolah-olah tak mengenalku, padahal seluruh bagian badannya sudah pernah kujelajahi. Beberapa saat mama Diana menemani kami ngobrol. Dengan sikap tenangnya akupun menjadi tenang pula dan mampu mengatasi keadaan. Kami ngobrol sambil bercanda dan nampak terlihat bahwa mama Diana benar-benar seorang Ibu yang sayang pada putri tunggalnya itu.

Keesokan harinya, mama Diana menemuiku. Di ruang tamu rumah tante Hera mama Diana menginterogasiku, ingin tahu sudah sejauh mana hubunganku dengan Diana. Aku tak mau segera menjawab, tanganku segera menarik tangannya dan menggelandang tubuhnya ke kamar. Dia berusaha melepaskan peganganku, namun sia-sia tanganku kuat mencekal, sehingga tak kuasa dia melepaskan tangannya dari genggamanku. Kukunci pintu kamar dan segera aku angkat dan rebahkan tubuhnya di atas kasur. Segera kulucuti pakaianku hingga aku telanjang bulat, dan segera kutindih tubuhnya. Dia meronta dan memintaku untuk tak menidurinya, namun permintaannya tak kuindahkan. Aku terus mencumbunya dan satu persatu pakaiannya aku lucuti, dan akhirnya aku berhasil memasukkan kontolku di vaginanya. Begitu penisku melesak masuk, maka mama Diana bereaksi, mulai memba-las dan mengimbangi gerakanku. Akhirnya kami berpacu mengumbar nafsu, sampai akhirnya mama Diana sampai pada puncak kepuasan.

Peluhku bercucuran menjatuhi tubuh mama Diana, kuteruskan hunjaman kontolku di memeknya.. Mama Diana mengerang-erang keenakkan, sampai akhirnya orgasme kedua dicapainya. Aku terus genjot penisku, aku bener-bener kesal dan marah padanya, karena aku tahu dengan kejadian itu maka bakalan usai hubunganku dengan Diana, pada-hal cinta mulai bersemi dihatiku.

Sambil terus kugenjot kontolku di memeknya, kukatakan padanya bahwa Diana juga sudah sering aku tiduri, namun aku sangat mencintai, menyayangi bahkan ingin menikahinya. Aku katakan semua itu dengan tulus, sambil tak terasa air mataku menetes. Akhirnya dengan hentakan yang keras aku mengejang kuat, menumpahkan segala rasa yang aku pendam, menumpahkan seluruh air maniku ke dalam memeknya. Badanku terasa lemas, kupeluk tubuh mama Diana sambil sesenggukan menangis di dadanya. Air mataku mengalir deras, mama Diana membelai kepalaku dengan penuh rasa sayang, kemudian dikecup dan dilumatnya bibirku.

Tubuhku berguling telentang di samping kanan tubuhnya, mama Diana merangkul tubuhku menyilangkan kaki kiri dan meletakkan kepalanya didadaku. Terasa memeknya hangat dan berlendir menempel diperutku, tangan kirinya mengusap-usap wajahku. Tak henti-hentinya mulutnya menciumku.

Sambil bercumbu aku ceritakan semua kisah romantisku, hingga aku sampai terlibat dalam pergaulan bebas di rumah tante Hera. Dengan sabar didengarnya seluruh kisahku, sesaat kemudian kembali penisku menegang keras. Segera tanganku bergerilya kembali di memeknya, selanjutnya kembali kami berpacu mengumbar nafsu kami. Kami bercumbu benar-benar seperti sepasang pengantin baru saja layaknya. Seolah tak ada puasnya. Sampai akhirnya kami kembali mencapai puncak kepuasan beberapa kali.

Setelah babak terakhir kami selesaikan, mama Diana bangkit dan menggandengku menuju kamar mandi, kami mandi berendam bersama di kamar mandi sambil bercumbu. Sambil berendam kami bersenggama lagi. Setelah puas kami menumpahkan hasrat kami, kami keringkan tubuh kami dan segera berpakaian. Nampak sinar puas membias di wajah mama Diana.

Dengan bergandeng tangan kami keluar kamar, kupeluk pinggangnya dan kuajak menuju ke ruang tamu. Kami duduk berdua, kemudian berbincang mengenai kelanjutan hubunganku dengan Diana. Mama Diana ingin agar hubunganku dengan Diana diakhiri saja, walaupun kami sudah begitu jauh berhubungan, sekalipun Diana sudah hamil karenaku. Dia memberikan pandangan tentang bagaimana mungkin aku menikahi Diana. sedangkan aku dan mama Diana pernah berhubungan layaknya suami istri, sebab bagaimanapun kami akan tinggal serumah. Bagaimana mungkin kami melupakan begitu saja affair kami, rasanya tak mungkin.

Aku bisa mengerti dan menerima alasan mama Diana, namun aku bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Diana. Aku tak sanggup kalau harus memutuskan Diana. Akhirnya aku ideku pada mama Diana. Selanjutnya selama beberapa hari aku tak menemui dan sengaja menghindari Diana. Mamanya memberitahu kalau Diana saat ini dalam keadaan hamil 2 bulan akibat hubungannya denganku.

Pada suatu hari, aku di telepon mama Diana. Dia memberitahu kalau Diana sedang menuju ke rumah tante Hera untuk mencari aku. Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan, saat itu tante Hera sedang menyiram tanaman kesayangannya di kebun belakang. Segera kuhampiri dia dan aku ajak ia ke kamar yang biasa aku dan Diana pakai untuk berkencan.

Kulucuti seluruh pakaian tante Hera dan juga pakaianku sendiri, selanjutnya kami bersenggama seperti biasanya. Tak berapa lama Diana datang dan langsung menuju ke kamarku. Terdengar pekik tertahan dari mulutnya saat melihat adegan di atas ranjang, dimana aku dan tante Hera sedang asyik bersenggama. Terdengar pintu kamar dibanting, Diana pulang ke rumah dengan hati yang amat terluka. tante Hera merasa tak tega dengan kejadian itu, tante Hera memintaku untuk segera menyusul Diana, namun tak kuhiraukan, bahkan aku semakin keras dan cepat menghentakan penisku di memeknya. tante Hera mengerang-erang keenakan, mengimbangi dengan gerakan yang membuat penisku semakin cepat berdenyut. Kami mencapai orgasme hampir bersama, aku berguling dan menghempaskan badanku ke samping tante Hera. Mataku menerawang jauh menatap langit-langit kamar, air mataku bergulir membasahi pipiku. Inilah akhir hubunganku dengan Diana, akhir yang amat menyakitkan. Diana pergi dariku dengan membawa benih anaku di rahimnya.

Musnah sudah impian dan harapanku untuk membina rumah tangga dengannya. tante Hera menghiburku, Dia mengingatkan aku bahwa aku sudah membuat keputusan yang benar. Jadi tak perlu disesali. Didekapnya tubuhku, aku menyusupkan mukaku ke dada tante Hera, ada suatu kedamaian disana, kedamaian yang memabukkan, yang membangkitkan hasrat kelelakianku lagi. Sessat kemudian kami berpacu lagi dengan hebat, hingga beberapa kali tante Hera mencapai puncak kepuasan. Aku memang termasuk tipe pria hypersex dan mampu mengatur timing orgasmeku, sehingga setiap wanita yang tidur denganku pasti merasa puas dan ketagihan untuk mengulangi lagi denganku.

Beberapa hari kemudian aku terima telepon Diana, sambil terisak Diana pamit padaku karena dia dan mamanya akan pindah ke Surabaya. Aku minta alamatnya, tapi Diana keberatan. Dari nada suaranya nampak Diana sudah tidak marah lagi padaku, maka aku memohon padanya untuk terakhir kali agar dapat aku menemuinya. Diana mengijinkan aku menemuinya di rumahnya, segera aku meluncur ke rumahnya untuk Inilah saat terakhir akku berjumpa dengan kekasihku.

Kupencet bel pintu, mama Diana membuka pintu dan menyilahkan aku masuk. Nampak wajahnya masih berbalut duka dan kesedihan, dia amat merasa bersalah karena menjadi penyebab hancurnya hubunganku dengan Diana. Mama Diana menggandengku menuju ruang keluarga, nampak Diana kekasihku duduk menungguku.

Melihat aku Diana bangkit dan menghampiri aku, tak kusangka pipiku ditamparnya dengan keras. Kubiarkan saja agar rasa kesal dan tertekan dihatinya terlampiaskan. Diana berdiri bengong setelah menamparku, dilihat tangan dan pipiku bergantian seolah tak percaya akan apa yang dia lakukan. Tiba-tiba ditubruk dan dipeluknya badanku, dibenamkan mukanya ke dadaku sambil sesenggukan menumpahkan tangisnya. Aku peluk tubuhnya dan kuelus rambut-nya.

Agak lama kami demikian, kami menyadari bahwa saat inilah saat terakhir bagi kami untuk bertemu. Mama Diana mendekat dan merangkul kami berdua, dan membimbing kami untuk duduk di kursi panjang. Kami bertiga duduk sambil berpelukan, mama Diana ditengah, kedua tangannya memeluk kami berdua.

Akhirnya kesunyian diantara kami terpecahkan dengan ucapan mama Diana. Mama Diana mengatakan memberi kesempatan pada kami untuk memutuskan, apakah akan kami lanjutkan hubungan kami atau kami putuskan sampai disini saja.
Berat sekali rasanya, jika kami teruskan hubungan kami maka berarti aku memisahkan jalinan kasih ibu dan anak tunggalnya ini. Aku menyerahkan keputusan akhir pada Diana. Sambil terisak Diana akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami, saat kuingatkan bahwa dirahimnya ada benih anakku, Diana menjawab biarlah.., ini sebagai tanda cinta kasih kami berdua.., Diana kan tetap memelihara kandungannya dan akan membesarkan anak itu dengan kasih sayangnya.

Beberapa saat kemudian aku berpamitan, dengan berat Diana melepaskan pelukanku, namun sebelum kami berpisah sekali lagi Diana memintaku untuk menemaninya. Ditariknya aku ke kamarnya dan dengan penuh kasih sayang, dibukanya pakaianku dan pakaian yang melekat di tubuhnya. Kami berdiri berpelukan dnegan tanpa sehelai benang menempel pada tubuh kami.

Kucumbui Diana kekasihku untuk terakhir kalinya, aku genjot penisku di memeknya dengan lembut dan penuh perasaan, aku khawatir kalau-kalau genjotanku akan menyakit-kan anakku yang ada dirahimnya. Semalam kami bercengkerama, pada pagi keesokan harinya aku berpamitan. Dengan perasaan yang amat berat dilepas kepergianku, aku berpamitan pula pada mama Diana, aku cium punggung tangannya sebagai tanda kasih anak ke ibunya, ditengadahkan mukaku dan dikecupnya keningku dengan penuh rasa sayang. Aku menitipkan anakku pada Diana dan mohon padanya agar memberi kabar saat kelahirannya nanti. Sampai disitulah akhir hubunganku dengan Diana dan mamanya.

Ketahuan Pacar Saat Mesum Dengan Tante dan Ibunya by Critasex.coCerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.

Itil Edition ReviewTips ITIL
Ketahuan Pacar Saat Mesum Dengan Tante dan Ibunya
by: | Rating: 5